Header Ads

Header Ads

Santri PP. Al-Roudloh Gelar Tadarus Buku: Psikologi Kematian

 



       Kajen (01/08/2025) – Santri Pondok Pesantren Putra Putri Al-Roudloh Kajen menyelenggarakan kegiatan Tadarus Buku "Psikologi Kematian: Mengubah Ketakukan Menjadi Optimisme" pada hari Jum’at, 1 Agustus 2025 di Auditorium Pondok Pesantren Al-Roudloh Kajen.

        Tadarus buku merupakan kegiatan menyampaikan, menelaah, mengkaji, dan mengulas topik-topik menarik yang ada di dalam buku dengan tema tertentu yang disampaikan oleh pemateri dan dipandu oleh moderator. Selain itu, pemateri juga menyampaikan pengalaman setelah membaca buku serta sudut pandang penulis yang dituangkan di dalam buku tersebut. Pada hari Jum’at 1 Agustus 2025, Santri PP. Al-Roudloh menggunakan buku “Psikologi Kematian: Mengubah Ketakutan Menjadi Optimisme” karya Prof. Dr. Kamaruddin Hidayat sebagai bahan utama dalam kegiatan tadarus buku.

      KH. Asnawi Rahmat, Lc. Selaku Pengasuh Pondok Pesantren Al-Roudloh Kajen dalam sambutannya menyambut gembira kegiatan diskusi ilmiah seperti tadarus buku karena merupakan kegiatan pengembangan wawasan santri. Tadarus buku merupakan salah satu aktivitas yang tidak kalah penting karena pondok pesantren merupakan suatu media untuk mengembangkan semua kreasi dan kemampuan santri dalam rangka menambah kualitas santri dengan jalur kegiatan dan aktivitas yang sudah terjadwal mulai dari awal tahun sampai akhir tahun. Dengan demikian KH. Asnawi Rahmat, Lc berharap semua kegiatan yang ada di pesantren baik berupa kegiatan ilmiah, keagamaan, dan kemasyarakatan harus mendapatkan porsi yang sama. Adapun kegiatan Tadarus buku merupakan kegiatan eskrakulikuler yakni tambahan muatan ilmu-ilmu yang dianggap tidak kalah penting, selain dari kegiatan dan aktivitas utama di pondok pesantren seperti Ubudiyyah, mengaji al-Qur’an, dan mengaji kitab.

     Kegiatan tadarus buku "Psikologi Kematian: Mengubah Ketakukan Menjadi Optimisme" dimoderatori oleh Muhammad Aris Yulianto, dan penyampaian isi bedah buku disampaikan oleh Muhammad Fahrur Rosi. Dalam sesi tadarus buku, Muhammad Fahrur Rosi menyampaikan bahwa tema dalam buku Psikologi kematian sangat relefan untuk dikaji karena suatu saat nanti seorang individu akan berada pada proses kematian. Namun buku Psikologi Kematian bukan mengajak pembaca menjadi muram dan takut, tetapi mengajak pembaca untuk lebih sadar dalam menjalani hidup dan menghargai waktu.

        Pada pembahasan inti, Muhammad Fahrur Rosi menyampaikan suatu pernyataan dari isi buku yang sederhana tetapi memiliki makna yang sangat mendalam. Pernyataan tersebut adalah semua manusia pasti akan mati tetapi manusia hidup seolah-olah kebal dari kematian. Kebal dari kematian adalah perasaan lupa bahwa seseorang akan lupa dengan kematian. Manusia seringkali lupa dan ingat akan kematian. Banyak individu yang takut kematian bukan karena kematiannya, tetapi karena belum tahu untuk apa dan tujuan hidupnya.

        “Kalau kita tidak pernah memikirkan tentang kematian, maka kita akan menjalani kehidupan tanpa arah. Tapi dengan mengingat akan kematian, kita akan lebih berhati-hati dan bersyukur. Takut mati itu hal yang manusiawi, tetapi bisa diolah menjadi kesadaran untuk mempersiapkan kematian nanti.” Tutur Fahrur Rosi.


(Risqi Aditia Pratama)