Header Ads

Header Ads

Santri PP. Al-Roudloh Kajen Gelar "Semarak Merdeka 17 Agustus 2025"

 


Bulan Agustus merupakan bulan yang istimewa bagi bangsa Indonesia, karena pada bulan itulah terjadinya proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus tahun 1975 sebagai titik awal berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia dan terbebas dari kolonial penjajah. Pada Bulan Agustus di penjuru negeri, baik lembaga, organisasi, dan sekolah di seluruh Indonesia menyelenggarakan kegiatan perlombaan dalam rangka memperingati Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-80, salah satunya adalah Pondok Pesantren Al-Roudloh yang terletak di desa Kajen, Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati. Santri Pondok Pesantren Al-Roudloh Kajen menyelenggarakan kegiatan Semarak Merdeka 17 Agustus 2025. Kegiatan tersebut dimulai pada 09 Agustus 2025 sampai 16 Agustus 2025 di Auditorium Pondok Pesantren Al-Roudloh Kajen.

kegiatan Semarak Merdeka 17 Agustus 2025 memiliki  14 cabang perlombaan. Diantaranya lomba ambil koin, lomba balap karung, lomba memasukkan pensil ke dalam botol, lomba membaca puisi, lomba estafet sarung, lomba balap kelereng, lomba berpidato, lomba cerdas cermat, lomba tarik tambang, lomba mini futsal, lomba sambung ayat al-Qur’an, lomba membaca kitab, lomba membaca asmaul husna, dan lomba tahlil. Semua cabang lomba tersebut diikuti seluruh santri pondok pesantren Al-Roudloh Kajen mulai tanggal 09 Agustus 2025 sampai 16 Agustus 2025.

Rahmad Fachri Saputra selaku ketua panitia kegiatan Semarak Merdeka 17 Agustus 2025 menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan hanya sebagai acara tahunan, tetapi diselenggarakannya kegiatan Semarak Merdeka 17 Agustus 2025 ini untuk menghargai sejarah, menghormati perjuangan, dan mencintai negeri ini sepenuh hati.

“Santriwan dan santriwati dituntut untuk mengingat bahwa 80 tahun lalu, bangsa ini berdiri dengan darah, keringat, dan air mata para pejuang kita.” Tutur ketua Panitia.

Dengan mengusung tema pentingnya berjiwa nasionalisme, Rahmad Fachri Saputra berharap agar para santri selalu mempunyai tekat, semangat,untuk bangkit meski dalam keadaan yang tidak selalu mudah,dan percaya bahwasanya negeri ini bisa maju asalkan santri tidak menyerah dan berani jujur. Selain itu, santri juga harus siap untuk meneruskan usaha para pahlawan dan pendahulu bukan dengan darah dan air mata, tetapi dengan berkarya dan cinta negara baik lingkup ruang kelas, pondok pesantren, rumah, dan dari manapun berada agar selalu menjaga Indonesia ini dengan hati, jiwa, dan cinta.

(Risqi Aditia Pratama)